Micro Teaching

Lab Microteaching

Lab Microteaching

 

Untuk menjamin pencapaian lulusan STKIP Garut  yang memiliki kompetensi yang diharapkan, antara lain diperlukan adanya pola pelaksanaan penerjunan mahasiswa ke sekolah latihan yang efektif serta didukung tersedianya lab microteaching yang fungsional.

Tiga isu pokok di bidang pendidikan saat ini adalah (1) mutu pendidikan, (2) pemerataan akses, dan (3) efisiensi anggaran. Mutu pendidikan terkait dengan: kualitas input, kualitas pendidik, kurikulum, metode pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, relevansi, dan manajemen program studi. Seluruh aspek mutu tersebut saling mengait, namun kualitas input dan kualitas tenaga pendidik tetap menjadi faktor penentu tinggi rendahnya mutu pendidikan. Untuk itu calon pendidik perlu mendapat pendidikan dan pelatihan melalui penggunaan peralatan yang standar agar perimbangan antara teori dan praktek dalam pembelajaran tercapai. Kekurangan peluang praktek baik di sekolah mitra, di dalam laboratorium serta penggunaan sumber belajar akan menyebabkan kompetensi yang terbentuk tidak sempurna.
UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 6 menyatakan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi dan mutu pendidikan guru banyak tergantung pada pendidikan yang diperolehnya di LPTK. Semakin baik pendidikan dan mutu lulusan LPTK, makin besar peluang meningkatnya mutu dan kompetensi guru.
Untuk itu Lab Microteaching STKIP Garut dibentuk, dengan perencanaan dan anggaran dari Direkterat Ketenagaan, STKIP memiliki Lab Micoteaching yang memadai, yang pada saat ini sudah digunakan,. Hal ini ditujukan dalam upaya meningkatkan kualitas guru yang handal dalam mengajar.